Topic Content [Sembunyikan]
Maintenance Bukan Perbaikan! 
Sebagai seorang planning engineer di PLTU, saya sering mendengar pertanyaan seperti ini:
“Maintenance itu cuma soal perbaikan alat yang rusak, kan?”
Jawabannya? Salah besar!
Maintenance itu soal menjaga keandalan alat sebelum rusak. Kalau alat sudah rusak, itu namanya REPAIR. Nah, apa sebenarnya tujuan utama maintenance? Berikut versi saya:

4 Tujuan Utama Maintenance
Meningkatkan Keandalan Mesin
Mesin rusak itu bikin pusing. Tujuan maintenance adalah memperpanjang waktu antar kerusakan (MTBF semakin besar).
Indikator: MTBF (Mean Time Between Failures)
Mengurangi Downtime
Kalau alat terpaksa diperbaiki, waktu perbaikannya harus secepat mungkin. Semakin kecil MTTR, semakin baik.
Indikator: MTTR (Mean Time to Repair)
Memastikan Keselamatan Operasi
Keandalan penting, tapi keselamatan itu nomor satu. Maintenance memastikan alat beroperasi dengan aman dan sesuai standar.
Indikator: Availability alat ≥ target operasional
Mengoptimalkan Biaya Maintenance
Maintenance itu investasi, bukan beban. Kalau direncanakan dengan baik, biaya maintenance lebih murah daripada biaya perbaikan besar.
Indikator: Maintenance Cost Ratio (MCR)
Contoh Sederhana: CWP di PLTU 
Misalnya, jika Circulating Water Pump (CWP) sering rusak. Data awal:
- MTBF: 1.500 jam
- MTTR: 12 jam
- Availability: 92%
Apa yang dilakukan tim maintenance?
Preventive Maintenance → Jadwal rutin untuk menjaga performa sebelum rusak.
Predictive Maintenance → Pantau kondisi alat pakai analisis getaran.
Corrective Maintenance → Tangani kerusakan kecil sebelum menjadi besar.
Hasilnya:
- MTBF naik ke 2.200 jam.
- MTTR turun menjadi 7 jam.
- Availability meningkat ke 96%.
Kesimpulan: Maintenance itu Proaktif, Bukan Tunggu Rusak! 
Bagi saya, maintenance itu seperti menjaga “kesehatan” alat agar tetap fit seperti atlet. Alat yang terawat adalah alat yang andal

selamat membaca…