Compression Test Material Teknik 2

A. Pengertian Compression Test


Compression Test Material Teknik 2-Compression tester adalah salah satu alat ukur pneumatic yang berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi didalam silinder mesin. Alat tersebut biasanya mempunyai satuan Bar, psi, Kg/Cm2 atau atmosphere (atm). Pengukur Tekanan Kompresi ( Pressure Gauge )Alat ini digunakan untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder engine, yang ditentukan oleh kondisi piston, ring piston, dan katup. Pada umumnya compression tester
memiliki 2 model, Model Tekan dan model ulir. Model tekan dipasang pada lubang busi
dengan cara ditekan dan model ulir dipasang pada lubang busi dengn cara diulirkan.

BACA: Apa itu Pengukuran


B. Fungsi Compression Test


1. Mengukur Tekanan Kompresi didalam silinder
2. Mendiagnosa permasalahan pada mesin.
3. Memberikan gambaran kerusakan yang terjadi pada mesin sebelum kita bongkar.


Fungsi compression tester adalah untuk untuk memeriksa dan mengetahui
seberapa besar nilai tekanan kompresi yang dihasilkan pada sebuah silinder mesin.
Hasil dari pengukuran tekanan kompresi silinder mesin ini dapat digunakan untuk
mendiagnosa kondisi mesin kendaraan. Apabila hasil pengukuran tekanan kompresi
dibawah atau diatas standar maka perlu dilakukan pemeriksaan karena dapat
menimbulkan berbagai kerusakan.


Pada compression tester terdapat manometer yang dapat menunjukan hasil
pengukuran tekanan kompresi. Tekanan kompresi ditunjukan dengan satuan bar, KPa,
Psi, atau kg/cm2. Hasil pengukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan kondisi
standar yang ada. Kendaraan memiliki standar tekanan kompresi yang berbeda-beda
mulai dari 9-14 untuk mesin bensin dan 15-25 untuk mesin diesel.


Dengan alat ini kita juga dapat mengurangi waktu pencarian suatu masalah pada
mesin, karena komponen mesin yang mengalami kerusakan dapat terdeteksi lebih
awal. Pada saat melakukan pengukuran kompresi, pastikan baterai dalam kondiri
terisi penuh, dan saat menyalakan mesin tidak boleh terlalu lama karena dapat
mengakibatkan kesalahan dalam pengukuran.

Apa Itu Mesin???


C. Bagian Compression Test


Compression tester terdiri dari beberapa bagian atau komponen. Setiap komponen
atau bagian dari compression tester memiliki peranan atau tugas yang dapat menunjang
fungsi compression tester. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan bagian compression
tester dan fungsinya.

1. Manometer
Manometer, merupakan salah satu bagian compression tester yang memiliki fungsi untuk menunjukan hasil pengukuran tekanan kompresi pada sebuah silinder mesin.Manometer terdiri dari skala pengukuran yang berbeda-beda mulai dari satuan bar, KPa,Psi, atau kg/cm2. Selain itu terdapat jarum penunjuk.


2. Cover
Cover, merupakan salah satu bagian compression tester yang memiliki fungsi
untuk melindungi komponen manometer dari kerusakan yang diakibatkan benda dari
luar.


3. Selang Penghubung
Selang penghubung, merupakan salah satu bagian compression tester yang memiliki fungi untuk menghubungkan antara manometer dengan silinder melalui lubang busi. Ada beberapa tipe selang penghubung yaitu ada yang memiliki ulir yang dapat dipasang pada ulir pada lubang busi, namun ada juga yang memerlukan penekanan agar
hasil pengukuran dapat maksimal.


4. Pressure Release Button
Pressure release button, merupakan salah satu bagian compression tester yang memiliki fungsi untuk menghilangkan tekanan pada compression tester. Dengan menekan pressure release button maka angka hasil pengukuran yang terdapat pada manometer akan kembali ke angka nol.


D. Prosedur Penggunaan Compression Tester Untuk Mengukur Tekanan Kompresi Pada Silinder


1. Lepas kabel tegangan tinggi busi dan kabel tegangan tinggi koil.

2. Hubungkan kabel tegangan tinggi koil ke massa. Hal tersebut untuk menghindari agar
tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil pengapian tidak mengalir ke tubuh kita.

3. Lepas semua busi yang ada pada tiap silinder (untuk mesin yang memiliki beberapa
silinder).

4. Masukkan ujung selang dari compression tester ke lubang busi.


5. Buka katup gas penuh.


6. Starter mesin kurang lebih 10 sampai 15 detik.


7. Baca tekanan kompresi pada manometer alat ukur.


8. Bandingkan tekanan kompresi hasil pengukuran dengan tekanan kompresi spesifikasi.


9. Lakukan pengukuran tekanan kompresi pada semua silinder mesin.


10. Setelah selasai melakukan tes kompresi, lepas compression tester dan hilangkan
tekanan pada compression tester dengan menekan tombol (pressure release button) untuk menghilangkan tekanan.

11. Setelah itu, pasang kembali busi, kabel tegangan busi dan kabel tegangan tinggi koil
dengan benar. Jika disaat melakukan tekanan kompresi ternyata tekanan kompresi kurang dari
nilai spesifikasinya maka carilah penyebab terjadninya kebocoran kompresi tersebut.


Kobocoran kompresi dapat disebabkan karena katup-katup yang tidak rapat,
paking kepala silinder yang telah rusak, ring piston patah, terdapat goresan pada
dinding silinder dan lain sebagainya.


Jika telah ditemukan penyebab kebocoran kompresi maka segera lakukan langkah
perbaikan, setelah diperbaik lakukan pengetesan kompresi sekali lagi untuk
memastikan tekanan kompresi mesin sesuai dengan nilai spesifikasinya.

 

Compression Test Material Teknik 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: