Evolusi Sepeda (Pemilihan Bahan dan proses) Makalah

Sepeda yang masyarakat kenal memiliki sejarah yang sangat panjang. Dari bentuk sepeda yang sangat primitif, beroda tiga, hingga kehadiran sepeda dengan berbagai tipe dan model. Semua tidak lepas dari inovasi dan kreativitas para ahli dari berbagai bidang yang saling melengkapi satu sama lain. Seiring perkembangan zaman, sepeda berkembang menjadi lebih modern tapi fungsi dari sepeda itu sendiri tetap sama. Dari zaman ke zaman bentuk, material sudah berbeda banyak inovasi baru yang lebih mengikuti tren pada zamannya. Mungkin sekarang banyak masyarakat yang cendrung tidak menggunakan sepeda untuk aktifitas kesehariannya, karena sudah banyak transportasi lebih cepat. Namun tidak sedikit juga yang menggunakan sepeda untuk berkegiatan maupun untuk olahraga dengan berbagai macam tipe atau model sepeda. Adanya museum untuk sepeda, tidak hanya untuk menjaga peninggalan sejarah, yakni mengingatkan kepada publik untuk mengetahui sejarah sepeda. Dan juga mendorong publik untuk kian sadar manfaat sepeda khususnya bagi kesehatan dan lingkungan.

Sejarah sepeda juga tidak kalah penting untuk kita ketahui supaya wawasan kita tentang sejarah sepeda didunia bisa kita ketahui dan apa hubungannya sejarah ini dengan evolusi sepeda ini dimana dulu sepeda yang mempunyai model sederhana bisa bisa menjadi sepeda yang canggih seperti di zaman sekarang dan apa hubungannya juga dengan Pemilihan proses dan bahan yang sedang kita pelajari.

SEJARAH SEPEDA

Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.

Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa pedal tongkat itu (tatocipede) bisa bergerak tetapi bagaimana? Rick Boneshaker akan menjawabnya. Katanya “Oh,ini jawabannya. Dua orang harus memutar engkol di sisi kanan dan kiri sepeda “primitif” tersebut dengan pedoman kecepatan mendekati 109 km/jam. Setelah itu, tatocipede akan bergerak sesuai kecepatan engkol berputar dengan urutan sebagai berikut : kiri, kanan, berputar, atas, bawah, belakang, barat laut. Tidak sulit kan?”

EVOLUSI SEPEDA DARI MASA KE MASA

Sepeda yang kita gunakan dewasa ini memiliki “perjalanan panjang” pada perkembangannya. Hampir satu abad dari yang mulanya dari batang kayu menjadi sepeda safety bicycle yang kita gunakan saat ini.

Tercatat ada 5 tahap proses “evolusi” sepeda saat ini. Dari foto “evolusi” tersebut terlihat perbedaan bentuk sepeda pada masa-masa perkembangannya yang cukup signifikan. Pada fase pertama sekitar tahun 1790-an diberi nama célériféré.

Bentuk célériféré terbilang sangat sederhana dan cenderung kaku, terbuat dari rangka kayu yang dipasang pada dua roda kayu dalam satu baris. Bagian depan umumnya diukir rupa-rupa bentuk hewan semisal burung, ular, buaya, singa hingga kuda. Namun, kendaraan primitif ini tidak memiliki batang kemudi sehingga tidak bisa dibelokan atau diarahkan ke kiri atau kanan. Pendek kata, célériféré hanya mampu bergerak lurus ke depan.

Fase kedua diberi nama draisienne. Salah satu tonggak penting berkembangnya kendaraan manumotif ini adalah kehadiran draisienne. Ya, 202 tahun silam, tepatnya 12 Juni 1817, seorang berkebangsaan Jerman bernama Karl Drais von Sauerbronn mendemonstrasikan alat transportasi hasil penemuannya, draisienne. Saat itu, pria kelahiran Karlsruhe, Baden, 29 April 1785 memperlihatkan buah karyanya kepada khalayak di sepanjang jalan termulus sekaligus terbaik di Mannheim, Jerman.

Fase ketiga diberi nama vélocipédé. Pada tahun 1838, seorang Skotlandia bernama Kirkpatrick Macmillan membuat suatu percobaan. Bermula ketika dia melihat hobby horse yang ditunggangi seseorang di sepanjang jalan. Lalu, suatu hari pria kelahiran Dumfriesshire tahun 1812 itu membuat untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, ia menyadari perbaikan apa yang mesti dilakukan agar vélocipédé bikinannya itu bisa digerakkan tanpa kaki menyentuh tanah. Ini merupakan komponen paling menonjol sehingga menjadi pembeda dengan draisienne yang tanpa pedal.

Fase keempat diberi nama pennyfarthing. Adalah James Starley, pelopor pembuatan sepeda di Coventry, Inggris. Pria yang kemudian dikenal sebagai Bapak Industri Sepeda ini menciptakan prototipe sepeda pertamanya yang diberi nama Ariel. Sepeda legendaris tersebut diluncurkan tahun 1870-an sekaligus menandai lahirnya era pennyfarthing. Dengan roda besar, memungkinkan jarak tempuh menjadi lebih cepat. 

Barulah pada fasekelima diberi nama safety bicycle. Masa penting perkembangan dunia sepeda terjadi pada tahun 1885. Sepeda keselamatan (safety bicycle) lahir menjawab semua keinginan masyarakat. Penemuan model sepeda modern ini demikian cepat mempengaruhi desain sepeda secara global dan disambut produksi besar-besaran alias poduksi massal.

DOWNLOAD MAKALAH DISINI

Tinggalkan komentar