Macam-Macam Posisi Pengelasan: Panduan Lengkap untuk Pemula

Halo guys selamat datang pada ILMU MESIN. pada kesempatan kali ini admin akan membagikan artikel tentang Macam-Macam Posisi Pengelasan: Panduan Lengkap untuk Pemula.

Pengelasan memang sangat penting dalam dunia teknik karena berfungsi untuk menyambungkan dua komponen sehingga dapat menyatu dengan kokoh. Akan tetapi hal tersebut tentunya mempunyai teknik sendiri untuk mendapatkan pengelasan yang maksimal.

Salah satu yang perlu kalian tahu yaitu tentang posisi pengelesan. Artikel ini sangat cocok bagi kalian yang memang ingin terjun di pekerjaan welding (las). Sebelum kalian masuk pada posisi pengelasan ini alangkah baiknya kalian membaca artikel kami sebelumnya yaitu Welding Joint (Sambungan Las)

Definisi Posisi Pengelasan

Posisi pengelasan merupakan posisi sambungan dalam melakukan pengelasan agar terciptanya suatu pengelasan yang baik. Adapun posisi pengelasan mengacu pada material ataupun produk yang akan mengalami pengelasan. Dalam pengelasan, bentuk sambungan pengelasan memiliki kode atau singkatan agar mempermudah dalam memahaminya.

  • Sambungan Fillet = Posisi 1F, 2F 3F dan 4F
  • Sambungan Groove / Bevel = 1G, 2G 3G dan 4G

Nah dari dua jenis tersebut kalian dapat menentukan seperti apa posisi pengelasan dan hasil dari pengelasan tersebut. Angka sebelum huruf itu menandakan tingkat kesulitan dari pengelasan sedangkan huruf menandakan bentuk dari pengelasan tersebut yang intinya posisi pengelasan itu terdiri dari Posisi datar, Horizontal, Vertikal dan Overhead.

Macam-macam Posisi Pengelasan

Posisi pengelasan Datar

Posisi pengelasan Datar atau kalau dalam kode yaitu (1F dan 1G). Dalam posisi pengelasan ini, sudut pengelasan dengan bidang datar yaitu atau sekitar 45o . Jarak perpindahan kawat las memang tersetting sedemikian rupa (Tidak boleh terlalu jauh). Untuk lebar kerak (pengelasan) posisi untuk ini sekitar 2-3 kali ukuran kawat las. Sedangkan untuk pergerakan pengelasannya disesuaikan. Adapun menurut ASME Sec IX bahwa :

  • 1G = Posisi pengelasan datar untuk Groove Welds Plate
  • 1F = Posisi Pengelasan datar untuk Fillet Welds Plate
  • 1G = Posisi pengelasan datar pipanya dapat berputar pada groove weld pipe

Posisi Pengelasan Horizontal

Pada posisi pengelasan horizontal jika dalam kode yaitu (2G dan 2F). Secara umum bahwa pengelasan ini yaitu dengan horizontal. Untuk pengelasannya sebaiknya dengan tarikan keatas atas karena posisinya yang membuat cairan las turun kebawah. sudut pengelasan yaitu diantara 45 – 60o

. Untuk lebar pengelasan sekitar 2-3 kali ukuran kawat las akan tetapi hasilnya tidak lebih tebal daripada pengelasan datar. Sedangkan dalam pergerakannya menggunakan tarikan keatas 0,1 detik aja jangan terlalu lama. Untuk pergerakan kebawah herus sedikit lebih lama dibandingkan dengan pergerakan tarikan keatas. Adapun menurut ASME Sec IX bahwa :

  • 2G = Posisi pengelasan Horizontal untuk Groove Welds Plate
  • 2F = Posisi Pengelasan datar untuk Fillet Welds Plate
  • 2G = Posisi pengelasan datar pipanya dapat berputar pada groove weld pipe

Posisi Pengelasan Vertikal

Pengelasan posisi vertikal ini jika dalam kode yaitu (3F, 3G dan 5G). Posisi pengelasan vertikal artinya pengelasan dengan kearah atas maupun kearah bawah. Adapun kesulitan pada pengelasan ini karena terak las jatuh dan mengumpul kebawah sehingga memang posisinya membuatnya mengumpul. Untuk posisi pengelasan yaitu 45 – 60o . Pada lebar pengelasan sekitar 2-3 kali ukuran kawat las. Jika ingin mendapatkan penetrasi yang baik, pada waktu ayunan ketika waktu pengelasan. Usahakan ketika waktu ayunan berada pada atas, waktu pengelasannya diperlama sehingga mendapatkan penetrasi yang baik. Adapun menurut ASME Sec IX bahwa :

  • 3G = Posisi pengelasan vertikal untuk Groove Welds Plate
  • 3F = Posisi Pengelasan vertikal untuk Fillet Welds Plate
  • 5G = Posisi pengelasan vertikal namun pipa tidak dapat berputar sehingga pengelas berputar pada groove weld pipe

Posisi Pengelasan Overhead (Atas Kepala)

Posisi pengelasan Overhead merupakan pengelasan jika dalam kode yaitu (4F, 4G dan 6G). Pada Posisi ini terbilang sulit karena pengelasan berada pada atas kepala sehingga memungkinkan menetesnya terak las ke tubuh ketika mengelas oleh karena itu waktu dan sudut pengelasan perlu mencermatinya dengan baik. Adapun sudut pengelasan yaitu sekitar 15 – 45o . Adapun menurut ASME Sec IX bahwa :

  • 4G = Posisi pengelasan overhead untuk Groove Welds Plate
  • 4F = Posisi Pengelasan overhead untuk Fillet Welds Plate
  • 6G = Posisi pengelasan pipanya miring sekitar 45o dan statis atau tidak dapat berputar pada groove weld pipe

Oke mungkin sekian artikel Macam-Macam Posisi Pengelasan: Panduan Lengkap untuk Pemula semoga bermanfaat

6 pemikiran pada “Macam-Macam Posisi Pengelasan: Panduan Lengkap untuk Pemula”

  1. Salah satu artikel yang bisa dijadikan tutorial Pengelasan. Terimakasih gan untuk tutornya, akan saya coba untuk praktik ujian pengelasan minggu ini.

    Balas
  2. Akhirnya ada artikel tentang posisi pengelasan untuk pemula beserta gambar. Sangat bermanfaat, sekarang orang-orang banyak belajar dengan otodidak, tidak muluk2 harus mengikuti pelatihan (walaupun ini diharuskan untuk pengalaman praktek), tetapi artikel ini dapat menjadi referensi untuk pemula

    Balas
  3. Artikel ini memberikan panduan yang informatif tentang berbagai macam posisi pengelasan, yang sangat penting dalam dunia welding atau pengelasan. Penjelasan tentang jenis-jenis posisi pengelasan seperti Datar, Horizontal, Vertikal, dan Overhead sangat membantu untuk pemula yang ingin memahami dasar-dasar pengelasan.

    Pemahaman tentang sudut pengelasan, lebar pengelasan, dan pergerakan yang diperlukan dalam setiap posisi pengelasan memberikan wawasan yang baik. Selain itu, penjelasan tentang kode atau singkatan yang digunakan dalam pengelasan juga membantu membuka pintu masuk ke dunia teknik pengelasan.

    Artikel ini bermanfaat bagi mereka yang tertarik untuk memahami dasar-dasar pengelasan dan posisi-posisi yang terlibat dalam proses tersebut. Bagi pemula, pemahaman tentang posisi pengelasan adalah langkah awal yang penting dalam mengembangkan keterampilan pengelasan yang lebih canggih.

    Balas

Tinggalkan komentar